Magang 1 - Manajemen Sekolah
Nama : Diffa Istu Pradana
Nim : 12001224
Kelas : 4H
Baiklah kali ini saya akan
membahas tentang manajemen sekolah, menurut saya sendiri Manajemen Sekolah
merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk
meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan baik tujuan
nasional dan tujuan kelembagaan yang hasilnya bisa dilihat dari beberapa faktor
sebagai indikator kinerja yang berhasil dicapai oleh sekolah. Kepala sekolah
dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengelola berbagai
komponen sekolah untuk mencapai tujuan sekolah yang dirumuskan. Kepala sekolah
menunjukkan fungsinya sebagai dua peran besar yaitu peran sebagai manajer dan
peran sebagai pemimpin.
Manajemen sekolah merupakan
tindakan pengelolaan dan pengadministrasian sekolah. Manajemen sekolah berarti
memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan
sekolah. Manajemen sekolah memiliki dua aspek, yaitu aspek manajemen eksternal
dan manajemen internal. Manajemen internal sekolah meliputi perpustakaan,
laboratorium, bangunan dan saran fisik lainnya, sumber dana, pelaksanaan
evaluasi pendidikan, dan hubungan antar guru, murid. sedangkan manajemen
eksternal meliputi hubungan dengan pihak luar sekolah seperti masyarakat, dewan
pendidikan, dinas pendidikan maupun pihak lain yang terkait dengan fungsi
sekolah.
Selain itu, manajemen sekolah
juga memiliki peran penting yang di bentuk dengan nama manajemen berbasis
sekolah. Manajemen berbasis sekolah adalah model pengelolaan yang memberikan
otonomi yang lebih besar kepada kepala sekolah, memberikan fleksibilitas kepada
sekolah, mendorong partisipasi secara langsung dari warga sekolah. Manajemen
berbasis sekolah adalah model pengelolaan sekolah dengan memberikan kewenangan
yang lebih besar pada tingkat sekolah untuk mengelola sekolahnya sendiri secara
langsung sehingga sekolah memiliki tanggung jawab dalam menentukan
program-program sekolah. MBS merupakan bentuk reformasi desentralisasi yang
mendorong adanya partisipasi demokratis.
Berbicara mengenai manajemen
berbasis sekolah, manajemen berbasis sekolah juga mempunyai tujuan tertentu.
Adapun tujuan utama manajemen berbasis sekolah yaitu meningkatkan efisiensi,
mutu, dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh melalui
keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat, dan
penyederhanaan birokrasi. Implementasi MBS menuntut dukungan tenaga kerja yang
terampil dan berkualitas agar dapat membangkitkan motivasi kerja yang lebih
produktif dan memberdayakan otoritas daerah setempat, serta mengefisiensikan
sistem dan menghilangkan birokrasi yang tumpang tindih.MBS memberi peluang pada
kepala sekolah dan guru serta peserta didik untuk melakukan inovasi dan
improvisasi di sekolah, berkaitan dengan masalah kurikulum, pembelajaran,
manajerial, dan lain sebagainya yang tumbuh dari aktivitas, kreativitas dan
profesionalisme yang dimiliki.
Kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari
MBS yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan
beberapa keuntungan berikut :
1. kebijakan dan kewenangan sekolah membawa pengaruh
langsung kepada peserta didik, orang tua, dan guru
2. bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal
3. efektif dalam
melakukan pembinaan peserta didik seperti,kehadiran, hasil belajar, tingkat
pengulangan, tingkat putus sekolah, moral guru, dan iklim sekolah.
Efektivitas penerapan MBS berpijak pada 6 hal berikut ini:
1. Otonomi, fleksibilitas dan responsiviats
2. Direncanakan oleh kepala sekolah dan komunitas sekolah
3. Penerapan atau adaptasi aturan baru oleh kepala sekolah
4. Partisipasi dari lingkungan sekolah
5. Kolaborasi antar staff
6. Hubungan baik antara kepala
sekolah dan guru
Karakteristik MBS
1. Sekolah memiliki output yang diharapkan
2. Proses manajemen memiliki ciri ciri sebagai berikut:
-) Memiliki efektivitas KBM yang tinggi
-) Kepemimpinan sekolah yang kuat
-) Lingkungan sekolah yang aman dan tertib
-) Pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif
-) Sekolah memiliki budaya mutu
-) Sekolah memiliki teamwork yang kompak, cerdas, dan
dinamis
-) Sekolah memiliki kewenangan (kemandirian)
-) Partisipasi yang tinggi dari warga sekolah dan masyarakat
-) Sekolah memiliki keterbukaan (transparansi manajemen)
-) Sekolah memiliki kemauan untuk berubah (psikologis dan
fisik)
-) Sekolah melakukan evaluasi dan perbaikan secara
berkelanjutan
-) Sekolah responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan
-) Sekolah memiliki akuntabilitas dan komunikasi yang baik
-) Sekolah memiliki manajemen lingkungan hidup yang baik
-) Sekolah memiliki kemampuan menjaga sustainabilitas
Input pendidikan:
- Memiliki kebijakan, tujuan, dan sasaran mutu yang jelas
- Sumberdaya tersedia dan siap
- Staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi
- Memiliki harapan prestasi yang tinggi
- fokus pada manajemen dan
pelanggan (khususnya siswa)
Sekolah tentunya memiliki kebutuhan
yang sangat kompleks. Sehingga, di zaman sekarang ini sekolah dianggap belum
maju jika manajemen sekolahnya masih dilakukan dengan pola manajemen yang masih
konvensional. Maka, Pijar Sekolah membuat sebuah terobosan lewat tools yang
dapat mengatur dan menghubungkan semua level hirarki manajemen yang ada di
sekolah, yaitu Sistem Informasi Manajemen Sekolah. Sistem informasi manajemen
sekolah atau SIM bertujuan untuk memenuhi segala informasi tentang sekolah.
Sebuah Sistem terpadu yang
menyediakan informasi untuk mendukung kegiatan operasional dan manajemen
sekolah atau Sistem Informasi Manajemen Sekolah ini, menyediakan informasi
mengenai data siswa, data guru dan data dapendik. Selain itu, juga dapat
mendownload data PTK hingga rombel. Data ekskul, jurusan dan kelas pun dapat
diakses lewat SIM. Laporan dan pengajuan mengenai sekolah juga dapat dilakukan
dengan Sistem Informasi Manajemen sekolah tersebut. Dan yang utama, profil
sekolah, statistik kesiswaan serta sarana dan prasarana juga dapat dipantau
lewai SIM. Sehingga dapat menjadi sekolah unggulan dalam pencarian data dengan
data sekolah yang terorganisir menjadi satu pada fitur Manajemen Sekolah. Sekolah
tentunya memiliki kebutuhan yang sangat kompleks. Sehingga, di zaman sekarang
ini sekolah dianggap belum maju jika manajemen sekolahnya masih dilakukan
dengan pola manajemen yang masih konvensional.