Manajemen Kelas
Nama : Diffa Istu Pradana
Nim : 12001224
Kelas : 4H PAI
Menurut saya, Manajemen kelas
merupakan kegiatan-kegiatan yang diupayakan oleh seorang guru untuk menciptakan
situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang
maksimal. Kegiatan ini merupakan suatu usaha yang sengaja dilakukan oleh guru
supaya pembelajaran dapat berjalan efektif sehingga memungkinkan siswa untuk
mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin dan membentuk perilaku berbudaya.
Manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana
belajar mengajar ang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa
untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Dengan kata lain manjemen
kelas merupakan usaha secara sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar
mengajar secara sistematis.
Dan juga, manajemen kelas mempunyai
elemen. Adapun Elemen-elemen yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas :
1. Elemen yang bisa
di observasi
-) Penggunaan ruangan kelas
-) Penggunaan waktu
-) Aktivitas belajar mengajar
-) Interaksi/komunikasi
-) Suasana
-) Fasilitas kelas
2. Elemen-elemen tersembunyi
-) Faktor individual kognitif dan
afektif)
-) Faktor kelompok
-) Faktor pergaulan luas, budaya dan
lain-lain
3. Elemen-elemen inti:
-) Waktu dan tempat (time and space)
-) Engagement (afektif domain)
-) Partisipasi
Tujuan Manajemen Kelas:
·
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang memungkinkan
peserta didik untuk mengembangkan kemampuan
·
Menghilangkan berbagai kendala yang menghambat
terwujudnya interaksi pembelajaran
·
Menyediakan dan mengatur fasilitas yang mendukung dan
memungkinkan belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelek
siswa dalam belajar
· Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar
belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individualnya.
Kegiatan manajemen kelas meliputi dua
kegiatan yang secara garis besar terdiri dari :
a. Pengaturan orang (siswa)
Penempatan siswa dalam kelas sesuai
dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya. Siswa diberi
kesempatan untuk memperoleh posisi dalam belajar yang sesuai dengan minat dan
keinginannya.
b. Pengaturan fasilitas
Fasilitas kelas harus dapat memenuhi
dan mendukung interaksi yang terjadi sehingga harmonisasi kehidupan kelas dapat
berlangsung dengan baik dari permulaan masa kegiatan belajar sampai akhir masa
belajar mengajar.
Permasalahan-permasalahan dalam
manajemen kelas :
a. Masalah yang disebabkan oleh guru
·
Guru membiarkan peserta didik berbuat salah
·
Guru lebih mementingkan materi daripada peserta didik
·
Guru kurang menghargai peserta didik
·
Guru kurang memiliki rasa humor
·
Guru mempermalukan siswa
·
Guru gagal menjelaskan tujuan pelajaran pada siswa
·
Guru tidak memahami perbedaan individu
·
Guru berbicara tidak jelas
·
Guru memberi tugas yang terlalu berat dan kompleks
·
Guru tidak memberikan umpan balik terhadap siswa
b. Masalah yang disebabkan oleh
peserta didik
·
Siswa yang terlalu mencari perhatian
·
Siswa yang sakit
·
Siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah
·
Siswa yang pesimis daan kurang motivasi belajar
c. Masalah yang disebabkan oleh
lingkungan
·
Lingkungan rumah/keluarga
·
Lingkungan tempat tinggal
·
Lingkungan sekolah
·
Situasi sekolah
Langkah-langkah pemecahan masalah
manajemen kelas :
a. Langkah
pencegahan :
1. Peningkatan kesadaran diri sebagai
seorang guru.
2. Peningkatan kesadaran peserta
didik
3. Guru bersikap tulus
4. Guru harus mengenal alternative
pengelolaan
5. Guru menciptkaan kontak sosial
dengan peserta didik
b. Langkah penyembuhan (kuratif)
1. Mengidentifikasi masalah
2. Menganalisis masalah
3. Menilai alternative pemecahan
masalah
4. Mendapatkan balikan
Selain langakah-langkah di atas,
pemecahan masalah manajemen kelas menurut Maman Surachman (1999:2016-227)
adalah sebagai berikut :
a. Pengenalan siswa
Pengenaln yang baik terhadap siswa
dan pengetahuan mengenai latar belakang mereka akan membuat guru bisa memahami
dan mengaambil langkah yang tepaat dalam manajemen kelas
b. Melakukan tindakan korektif
Guru dituntut untuk berbuat sesuatu
setepat mungkin dalam kelas
c. Melakukan tindakan penyembuhan
Kegiatan penyembuhan dapat dimulai
dengan pertemuan langsung dengan siswa sehingga bisa tercipta kontrak
individual antara guru dan siswa untuk sama sama memperbaiki diri.
d. Faktor-faktor yang mempengaruhi
manajemen kelas
Menurut Djamarah (dalam Donni,
2006:184) keberhasilan manajemen kelas dipengaruhi beberapa faktor antara lain
sebagai berikut.
1. Lingkungan fisik
Lingkungan fisik yang mengutungkan
dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses
pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan
pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a. Ruangan tempat
berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan tempat belajar harus
memungkinkan semua peserta didik bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan, dan
saling mengganggu pada saat melaksanakan aktivitas belajar. Besarnya ruangan
kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah peserta didik yang melakukan
kegiatan.
b. Pengaturan
tempat duduk
Dalam mengatur tempat duduk yang
terpenting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru
dapat mengontrol tingkah laku peserta didik.
c. Ventilasi dan
pengaturan cahaya
Suhu, ventilasi, dan penerangan
(kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada) adalah hal yang penting
untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ventilasi harus
cukup menjamin kesehatan peserta didik.
d. Pengaturan
penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada
tempat khusus yang mudah dicapai jika segera diperlukan atau dipergunakan untuk
kepentingan belajar.
Hal lain yang perlu diperhatikan
dalam penciptaan lingkungan fisik tempat belajar adalah kebersihan dan
kerapian. Guru dan peserta didik turut aktif dalam membuat keputusan mengenai
tata ruang, dekorasi dan sebagainya.
2. Kondisi sosio-emosional
a. Tipe kepemimpinan
Peranan guru dan tipe kepemimpinan
guru akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Apakah guru melaksanakan
kepemimpinannya dengan demokratis, otoriter, atau adaptif. Semuanya memberi
dampak kepada peserta didik.
b. Sikap guru
Sikap guru dalam menghadapi peserta
didik yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar dan tetap
bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku peserta didik akan dapat
diperbaiki. Guru harus adil dalam bertindak, serta menciptakan satu kondisi
yang menyebabkan peserta didik sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan
untuk memperbaiki kesalahannya.
c. Suara guru
Walaupun suara guru bukan faktor yang
besar, tetapi turut mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Suara yang
tinggi atau terlalu rendah akan