Karakteristik Peserta Didik
Nama : Diffa Istu
Pradana
Nim : 12001224
Kelas : 4H PAI
Dari pembahasan yang saya baca, dapat
di simpulkan bahwa karakteristik peserta didik bisa diartikan sebagai
keseluruhan pola kelakuan yang dimiliki, yang nantinya berpengaruh pada
kegiatannya dalam mencapai cita-cita atau tujuan. Karakteristik peserta didik
jadi salah satu variabel desain pembelajaran yang berkaitan sama latar belakang
siswa. Dengan begitu, pembelajaran bisa dirancang sesuai aspek yang ada di diri
siswa seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran, dan ciri-ciri
jasmani serta emosional mereka.
Selain berperan penting untuk
rancangan pembelajaran, ada beberapa manfaat lain yang didapatkan dari
menganalisis karakteristik peserta didik dalam kelas, antara lain :
·
Mendapat gambaran yang lengkap tentang kemampuan awal
siswa sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang optimal.
·
Mengetahui jenis pengalaman yang telah dimiliki oleh
siswa sehingga bisa memberikan materi secara tepat lewat contoh atau ilustrasi.
Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah menerima dan menyerap pengetahuan baru
yang diberikan.
·
Mengetahui latar belakang sosial dan budaya siswa,
contohnya tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, atau dimensi kehidupan
lainnya, agar bisa disesuaikan dengan metode yang efisiens.
·
Mendapat informasi tentang tingkat pertumbuhan dan
perkembangan siswa, baik jasmani maupun rohani, yang berpengaruh terhadap
keberhasilan dan cara belajar mereka.
·
Mengetahui aspirasi dan kebutuhan siswa sehingga dapat
merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat.
·
Mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan yang sudah
diperoleh siswa sebelumnya.
·
Mendapat gambaran tentang tingkat penguasaan bahasa
siswa, baik secara lisan maupun tertulis, yang bisa jadi pertimbangan dalam
menyajikan materi.
·
Mengetahui sikap dan nilai yang ada dalam diri siswa,
sebab hal ini dapat dijadikan pertimbangan untuk merencanakan pengajaran.
Karakteristik peserta didik meliputi:
etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal,
gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan
moral dan spiritual, dan perkembangan motorik.
1. Etnik
Pendidik dalam melakukan proses
pembelajaran perlu memperhatikan jenis etnik apa saja yang terdapat dalam
kelasnya. Dalam sekolah dan kelas tertentu terdapat multi etnik/suku bangsa,
seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa, Sunda,
Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya. Data tentang keberagaman etnis
di kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga bagi pendidik dalam
menyelenggarakan proses pembelajaran. Seorang pendidik yang menghadapi peserta
didik hanya satu etnik di kelasnya, tentunya tidak sesulit yang multi etnik. Proses
pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik maka dalam melakukan
interaksi dengan peserta didik di kelas tersebut perlu menggunakan bahasa yang
dapat dimengerti oleh semua peserta didiknya. Kemudian ketika guru memberikan
contoh-contoh untuk memperjelas materi yang sedang dibahasnya hendaknya contoh
yang dapat dimengerti dan dipahami oleh semuanya.
2. Kultural
Peserta didik kita sebagai anggota
suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang tentu menjadi
pendukung budaya tersebut. Budaya yang ada di masyarakat kita sangatlah
beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat istiadat. Peserta
didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya
memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi kelas yang
multikultural.
Pendidikan multikultural memiliki ciri-ciri:
1) Tujuannya
membentuk “manusia budaya” dan menciptakan manusia berbudaya (berperadaban).
2) Materinya
mangajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai
kelompok etnis (kultural).
3) Metodenya
demokratis, yang menghargai aspek-aspek perbedaan dan keberagaman budaya bangsa
dan kelompok etnis (multikulturalisme).
4) Evaluasinya
ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik yang meliputi aspek
persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap budaya lainnya.
3. Status sosial
Peserta didik pada suatu kelas biasanya
berasal dari status sosial-ekonomi yang berbeda-beda. Peserta didik dengan
bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan
saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi
penghambat dalam melakukan proses pembelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri
kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta didik
dalam belajar secara kelompok. Implikasi dengan adanya variasi status-sosial
ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil dan tidak
diskriminatif.
4. Minat
Minat merupakan suatu sumber motivasi
yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang dipilihnya. Sebenarnya
minat belajar peserta didik memegang peran yang sangat penting, sehingga perlu
untuk terus ditumbuh kembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki seorang
peserta didik.
5. Perkembangan kognitif
Tingkat perkembangan kognitif yang
dimiliki peserta didik akan mempengaruhi guru dalam memilih dan menggunakan
pendekatan pembelajaran, metode, media, dan jenis evaluasi. Berdasarkan teori perkembangan
dari Piaget, dikaitan dengan tahap perkembangan intelektual sebagai berikut :
1)
Bahwa perkembangan intelektual terjadi melalui
tahap-tahap beruntun yang selalu terjadi dengan urutan yang sama. Maksudnya
setiap manusia akan mengalami urutan tersebut dan dengan urutan yang sama;
2)
Bahwa tahap-tahapperkembangan didefinisikan sebagai
suatu cluster dari operasi mental (pengurutan, pengekalan, pengelompokkan.
pembuatan hipotesis dan penarikankesimpulan) yang menunjukkan adanya tingkah
laku intelektual.
3)
Bahwa gerak melalui melalui tahap-tahap tersebut
dilengkapi oleh keseimbangan (equilibration), proses pengembangan yang
menguraikan tentang interaksi antara pengalaman (asimilasi) dan struktur
kognitif yang timbul (akomodasi).
6. Kemampuan awal
Merupakan keadaan pengetahuan dan
keterampilan yang harus dimiliki terlebih dahulu oleh peserta didik sebelum
mempelajari pengetahuan atau keterampilan baru. Pengetahuan dan keterampilan
yang harus dimiliki terlebih dahulu maksudnya adalah pengetahuan atau
keterampilan yang lebih rendah dari apa yang akan dipelajari.
Itulah jenis-jenis karakteristik peserta didik yang saya
ketahui, sebenarnya masih banyak lagi jenis-jenis karakteristik peserta didik
yang lainnya. Sekian wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.